Jember, amali.or.id. Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali) sejak awal mendorong lahirnya RUU Pesantren yang awalnya disebut RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Amali telah ikut serta secara aktif bersama pemerintah dalam menyempurnakan naskah RUU melalui dialog dan FGD.

Pada acara Silaturahim Nasional Ma’had Aly Indonesia (20/09) di Pondok Pesantren Nurul Qornain Jember Jawa Timur, seluruh Mudir Ma’had Aly Indonesia mendesak disahkannya UU Pesantren

“Kami para pimpinan Ma’had Aly se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) mendukung dan mendesak Pimpinan DPR segera mengesahkan RUU Pesantren menjadi UU Pesantren.” Pernyataan Sikap Mudir Ma’had Aly

Sebagaimana diketahui, RUU Pesantren digodok oleh Komisi VII DPR RI. Pembahasan RUU Pesantren rencananya akan rampung pada tanggal 24 September 2019. RUU Pesantren mendapat penolakan oleh sebagian fraksi dan sejumlah ormas Islam.

“Adapun keberatan yang datang dari sebagian fraksi dan organisasi masyarakat itu adalah dinamika dan suatu keniscayaan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, Pimpinan DPR tidak perlu terpengaruh oleh siapapun untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.” Sikap Amali terhadap protes ormas Islam.

Amali bersama asosiasi pendidikan khas pesantren lain seperti FKPM (Forum Komunikasi Pesantren Muadalah) dan Aspendif (Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal) mendorong dan mendesak DPR mengesahkan UU Pesantren karena sangat dibutuhkan masyarakat luas.

“Salah satu upaya pengembangan pesantren adalah perjuangan menyejajarkan pesantren sebagai lembaga pendidikan dengan satuan-satuan pendidikan yang ada dengan mengesahkan RUU Pesantren menjadi UU Pesantren.” Alasan UU Pesantren segera disahkan. (khl)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *