Tak dapat dipungkiri bahwa tantangan keulamaan atau ke-kyai-an dewasa ini semakin kompleks. Bukan hanya pada penguasaan khazanah keislaman yang mendalam (tafaqquh fiddin), melainkan juga yang terpenting bagaimana ulama mampu merespons perubahan sosial yang diakibatkan oleh kecanggihan teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan, dan arus globalisasi yang deras mengalir dalam kehidupan umat manusia.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, saat menjadi keynote speaker dalam workshop Kaderisasi Ulama Melalui Ma’had Aly di Ma’had Aly Hasyim Asyari Pesantren Tebuireng, Rabu (6/11).

Menurut Wamen, ruang lingkup keulamaan menjadi tak berbatas. Tidak hanya pada wilayah keagamaan, seorang ulama juga harus mampu masuk ke dalam diskursus dan ruang gerakan sosial budaya, sosial politik, sosial ekonomi, dan politik kebangsaan.

“Ma’had aly harus menciptakan lulusan yang yang menguasai ilmu agama dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning, serta mampu menjawab tantangan jaman,” ujar Wamen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *