Fenomena matahari di atas Kakbah di bulan Juli ini terjadi lantaran nilai deklinasi matahari (Mail asy-Syams/ ميل الشمس) sama atau berhimpit dengan nilai lintang tempat Kakbah ( Ardl al-Balad/ عرض البلد) atau disebut fenomena Istiwa’ A’zam (استواء أعظم).
Saat terjadinya fenomena ini seringkali disebut hari “Rashdul Qiblah” (رصد القبلة) atau hari pengamatan arah kiblat, sebab pada saat itu semua bayangan benda tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat yang akurat, praktis dan murah.

Mengapa nilai deklinasi Matahari dapat berhimpit dengan nilai lintang tempat Kakbah?

Dalam kajian astronomi sudah maklum bahwa akibat kemiringan sumbu bumi (oblikuitas) sebesar 23,4° mengakibatkan efek khayal seolah gerak semu Matahari di satu waktu agak condong ke Utara dengan nilai maksimal + 23,4° pada bulan Juni dan di waktu lain cenderung ke selatan dengan nilai maksimal sama yaitu – 23,4° pada bulan Desember.
Fenomena ini dapat kita buktikan dengan melihat bayang-bayang Matahari. Jika bayang-bayang matahari pada saat kulminasi ( Ghoyatul Irtifa’ / Istiwa’) itu condong ke selatan berarti posisi matahari di utara khatulistiwa. Sebaliknya, jika bayang-bayang matahari condong ke utara berarti posisi Matahari di selatan khatulistwa. Dalam perjalanannya ke utara khatulistiwa sejak tanggal 22 Maret sampai 22 September, ada saat-saat di mana nilai deklinasi matahari akan berhimpit dengan nilai lintang Kakbah sebesar + 21,42° yaitu terjadi di akhir bulan Mei dan pertengahan bulan Juli. Pada saat inilah, umat Islam dapat memanfaatkannya untuk mengecek arah kiblat baik di rumah maupun di masjid sekitar. Tentunya pengamatan ini dapat dilakukan jika cuaca memungkinkan dan matahari belum terbenam di lokasi yang bersangkutan.

CATAT TANGGAL DAN WAKTU TERJADINYA PERISTIWA RASHDUL QIBLAH/ ISTIWA’ A’ZAM

🗒 Peristiwa ini terjadi pada hari :

Selasa Pahing,
13 Dzulqodah 1440 H,
16 Juli 2019 M,
16 Shichigatsu 2679 Jepang,
9 Epip 1735 Qibti,
25 Tir 1398 Persia,
25 Asadha 1941 Saka,
23 Awwal ash-shoif 1397 Hijri Syamsi,
23 Sarothon,
25 Kasa (Ketigo Terang) P. Mongso,
13 Apit 1952 tahun Ba’,
Wuku Sungsang, Windu Sengoro,
Kurup Asapon.
Neptu 12. Zodiak Cancer.

⏲ Peristiwa ini dapat diamati pada :
Pkl. 16.27 WIB/ 17.27 WITA

🔊 Hal-hal yang perlu dipersiapkan :

1. Siapkan bandul atau tongkat tegak lurus,
2. Cari lokasi yang terkena langsung cahaya Matahari
3. Permukaan jatuhnya bayang-bayang harus benar-benar rata
4. Sesuaikan jam dengan meng-akses time.bmkg.go.id.
5. Tandai arah bayangan, garis dari ujung sampai pangkal maka menunjukkan arah kiblat yang akurat, praktis dan murah.

Moh. Syaifudin

Dosen Ma’had Aly TBS Kudus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *