Gerhana Bulan pada tanggal 17 Juli 2019 nanti merupakan jenis gerhana Bulan parsial/sebagian dengan magnitudo 65%. Gerhana kali ini dapat diamati mulai dari posisi ketinggian Bulan sekitar 55 derajat di atas ufuk Barat agak ke Selatan. Dimulai dari fase penumbra pada pkl. 01.44 WIB (dini hari) sampai pada awal fase umbra pkl. 03.02 WIB, dimana saat itu Bulan mulai memasuki bayangan umbra Bumi, sampai nanti puncaknya pada saat tengah gerhana pkl. 04.31 WIB, Bulan mengalami kegelapan sebesar 65%. Peristiwa ini bebarengan dengan masuknya waktu shubuh untuk wilayah Kudus dan sekitarnya. Adapun fase akhir umbra terjadi pada pkl. 05.59 WIB. Pada fase ini Bulan sudah terbenam di ufuk Barat agak ke Selatan.
Perlu diketahui bahwa setelah terbit Matahari pkl. 05.48 WIB dan saat menjelang terbenamnya Bulan pkl. 05.52 WIB piringan bawah Bulan yang masih gelap sudah tenggelam di bawah ufuk meski piringan atas Bulan masih di atas ufuk, sampai nanti pkl. 05.56 WIB seluruh piringan Bulan sudah terbenam di bawah ufuk dan berakhirnya fase umbra gerhana terjadi pada pkl. 05.59 WIB, Bulan sudah benar-benar tenggelam di bawah ufuk dan lepas dari bayangan umbra Bumi meski masih pada fase penumbra sampai pada pkl. 07.17 WIB Bulan baru benar-benar lepas dari bayangan penumbra Bumi.
Adapun pelaksanaan salat khusuf al qamar sebaiknya dilakukan sesaat setelah melihat secara langsung fenomena gerhana hakiki/fase umbra tersebut antara pkl. 03.02 WIB sampai pkl. 05.48 WIB (saat terbit Matahari). Sebab dalam kajian fiqh, kesunnahan salat khusuf al-qamar hanya berlaku sebelum pulihnya cahaya Bulan seperti semula ( injila’) atau sebelum terbitnya Matahari (
thulu’ asy-syams). Walhasil meskipun gerhana kali ini masih berlangsung saat terbitnya Matahari tetap saja saat sudah terbit Matahari maka kesunnahan salat khusuf al-qamar pun gugur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *