RADARSEMARANG.ID,WONOSOBO – Pondok Pesantren (PP) Al Mubaroq Manggisan melakukan kontrak kerja sama dengan Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Dalam memorandum of understanding (MoU) tersebut, disepakati antarkedua belah pihak untuk saling bertukar ilmu dan metode dalam mengajar.

Hal itu disampaikan Pengasuh PP Al Mubaroq KH Nurhidayat saat ditemui wartawan. Pihaknya menyebutkan, berbicara soal ilmu, antara di Mesir dan Indonesia itu hampir sama. Hanya saja soal metode yang dilakukan, tentu berbeda. “Itu dilakukan ya agar semakin berwarna soal metode pembelajarannya. Sehingga akan banyak variasi dalam mengajar. Itu penting supaya para santri bisa lebih cepat dalam memahami ilmu,”bebernya.

Pihaknya menyebutkan kerja sama yang dilakukan dengan mengirimkan santrinya untuk belajar di sana. Sementara, dari pihak Al Azhar juga akan mengirimkan guru untuk mengajarkan ilmunya di Al Mubaroq. “Cuma kita minta kepada pihak sana, agar bisa si santri yang belajar ke sana untuk bisa disterilkan dari paham radikalisme,” ungkapnya.

Senada, Rektor Ma’had Ali PP Al Mubaroq Dr Nurul Mubin menyebutkan bahwa pertukaran pelajar itu untuk lebih mendalami soal ilmu Ushul Fiqh dan bahasa Arab. Sehingga santri yang akan dikirim dari Indonesia itu memang harus mempunyai kemapuan dasar telebih dahulu.

“Minimal soal kitab dasar dan bahasa Arab harus dikuasai, agar di sana tidak ketinggalan dengan mahasiswa lain,” katanya. Ia menyebutkan, jika ada santri yang bisa dikirim, pihak Al Azhar menggratiskan biaya selama bersekolah di sana. Namun tentu, untuk memenuhi prayarat agar bisa masuk tidaklah mudah. Sebab, persaingannya cukup ketat di antara para santri se-Indonesia.

“Karena ini masih komunikasi awal. Kita akan terus mengkonsultasikan pada pesantren yang sudah terlebih dahulu melakukan kerja sama ini. Seperti di Kabupaten Pati,” ungkap Mubin.

Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar Prof Syeikh El Ibrahim Hudhud menjelaskan pentingnya melakukan kerja sama ini untuk menyamakan presepsi tentang Islam. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, banyak paham Islam yang justru tidak mencerminkan perilaku Islam.

“Dalam Quran itu lebih banyak menjelaskan soal ya ayyuhanassu, yang artinya Islam datang untuk memberi rahmat kepada seluruh umat manusia. Bukan hanya untuk umat Islam saja. Kecuali jika dalam Alquran disebutkan Ya Ayuhalladzina Amanu,” ungkapnya.

Diharapkan, dengan adanya pemahaman yang benar mengenai Islam ini mampu mengembalikan konsep Islam yang rahmatall lil ‘alamin. Atau rahmat untuk semua. (git/svc/lis)

sumber : radarsemarang.jawapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *