JAKARTA – Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelat Rapat dan Koordinasi (Rakor). Rakor difasilitasi Subdit Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI di Operation Room Lantai II Sekjen Kemenag RI.

Menteri Agama (Menag) H. Lukman Hakim Saifuddin hadir dalam Rakor tersebut. Pada kesempatan itu, Menag menekankan empat poin penting. Pertama, bahwa kita (para pengelola dan pengurus Ma’had Aly dan Pondok Pesantren) adalah orang-orang pilihan, sebab dianugerahi ilmu lebih daripada yang lain. Oleh sebab itu kita harus bersyukur.

Kedua, bahwa kita adalah bagian dari bangsa Indonesia, yaitu bangsa yang terkenal sebagai bangsa religius. Hal itu ditandai dengan masih kentalnya tradisi-tradisi dan upacara-upacara  keagamaan.

‘’Ketiga, di era sekarang, bangsa kita tidak hanya menjadi bagian wilayah di tingkat kabupaten, provinsi, dan tanah air saja. Namun bangsa kita sudah menjadi bagian penting dari masyarakat dunia. Maka sebagai bagian dari elemen santri, kita harus bisa mengisi ruang publik sesuai dengan bidang keahlian masing-masing,’’ tuturnya.

Sedang terkait masalah akreditasi Ma’had Aly, Ketua AMALI, KH. Dr. Abdul Djalal M.Ag, bahwa akreditasi itu melaporkan apa yang ada dan bukan mengada-ada. ‘’Nilai pada Instrumen yang diisi oleh Ma’had Aly, mestinya sama dengan realitas yang ada,’’ paparnya dalam Rakor yang dihadiri Prof. Dr. Komaruddin Amin dan Dr. Ahmad Zayadi itu.

Lebih lanjut ia mengemukakan, terkait sarana dan prasarana (Sarpas), yang dinilai adalah fungsinya. ‘’Sarpras yang sedikit tetapi punya banyak fungsi. Yang dinilai adalah fungsinya. Misal satu ruang untuk perpustakaan sekaligus laboratorium dan fungsi lain yang dibutuhkan,’’ jelasnya. (afl, auz/ rsd, lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *