KUDUS, amali.or.id- Belum lama ini, KH Nur Hannan LC MHI hadir di Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an Kudus. Kedatangannya lantaran didaulat sebagai pemateri dalam stadium general yang diikuti para mahasantri.

Didampingi mudir Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an Kudus, Gus Ahmad Nashiih SQ SAG, pada kesempatan itu Kiai Hannan yang juga mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang menyampaikan berbagai hal terkait keberadaan Ma’had Aly.

“Ma’had Aly adalah Pendidikan Pesantren jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pesantren, berada di lingkungan pesantren, dengan mengembangkan kajian keislaman sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur,” terangnya.

Untuk orientasi dari keberadaan Ma’had Aly, ungkapnya, adalah soal kualitas, bukan formalitas dan kuantitas. “Selain itu, supaya dapat melahirkan kader ulama yang mendalam ilmu agamanya, bijak amaliyahnya, dan bisa menjadi panutan dan teladan bagi semua golongan. Di luar itu, yakni semangat mengembalikan, melestarikan, merawat, serta mengembangkan tradisi, nilai-nilai dan jati diri pesantren,” tuturnya.

KH Nur Hannan (baju putih, tengah) saat menyampaikan paparan

Sementara, terkait lulusan Ma’had Aly, Kiai Hannan menyebutkan adanya tuntutan ganda. Satu sisi mereka lulusan Ma’had Aly dituntut memiliki penguasaan khazanah keislaman yang mendalam (tafaqquh fiddin).

“Di sisi lain, mereka dituntut mampu merespons perubahan sosial dan menguasai segala hal yang berorientasi pada kemaslahatan umat manusia (tafaqquh fi mashalihil khalqi) serta memiliki peran yang lebih luas di masyarakat, baik di sektor formal maupun non formal,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *