' . "\n";

Fokus Penguatan Ma’had Aly, AMALI Gelar Rapat Koordinasi dan Siapkan Audiensi dengan Kemenag RI

AMALI.OR.ID, JAKARTA – Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) terus mematangkan langkah strategis untuk memperkuat posisi Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi pesantren yang setara dengan perguruan tinggi umum.

Hal ini tercermin dalam Rapat Koordinasi yang digelar pada Ahad (4/10/2026) malam melalui platform Zoom Meeting.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua AMALI, Dr. H. Nur Salikin, ini membahas tiga agenda Rapat Koordinasi Pengurus AMALI, Rencana Pelaksanaan Program Pra-Silatnas dan Silatnas, serta persiapan Audiensi dengan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) yang baru.

Acara dibuka dengan pengarahan dari Penasihat AMALI, KH. Luqman Harits Dimyathi.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan pergerakan aktif dari pengurus AMALI masa khidmah 2026-2030, terutama dengan hadirnya Dirjen PD Pontren dan Direktur Ma’had Aly baru, yang disebutnya sebagai sosok yang memahami kepesantrenan.

“Pertama, kita punya Dirjen baru. Betul-betul baru dan fresh dan semangat. Mantap, mantap. Ini momentum Ma’had Aly untuk bergerak, Al-harakah hiya al-barakah,” ujar KH. Luqman Harits Dimyathi.

Ia juga menceritakan pertemuannya dengan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., dan Direktur Ma’had Aly, Dr. Adib di sela-sela acara Perkemahan Santri Nusantara (Perkempinas) di Malang.

Menurutnya, pertemuan tersebut menunjukkan komitmen Kemenag untuk memajukan pendidikan pesantren.

“Saya tanya, siap enggak untuk memajukan Ma’had Aly dengan Dirjen yang baru? ‘Siap’, bilangnya gitu. Sama saya gitu, karena bukannya saya apa-apa, karena itu pemain lama, gitu kan, orang lama dulunya memang,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua AMALI, Dr. H. Nur Salikin, memaparkan rencana strategis asosiasi ke depan, termasuk persiapan audiensi dengan Direktur yang baru.

Audiensi ini, menurutnya, sangat penting untuk menyelaraskan program AMALI dengan arah kebijakan Kemenag, terutama terkait penganggaran tahun 2027.

“Ini sudah bulan September, kita harus masuk (audiensi), kenapa perlu masuk? Karena biasanya penganggaran untuk 2027 itu sudah didiskusikan di bulan September dan Oktober. Biasanya November atau Desember sudah disetorkan. Makanya kita harus ikut masuk, ikut mencoba, besok lho agenda-agenda tahun 2027 ini apa, kita masuk ke situ,” papar Nur Salikin.

Nur Salikin juga menyoroti pentingnya kejelasan status Peraturan Menteri Agama (PMA) terkait dosen dan tenaga kependidikan di Ma’had Aly. Menurutnya, hal ini menjadi krusial untuk memastikan kesejahteraan dan legalitas para pengajar.

“Termasuk yang harus kita dorong untuk tahun 2027 ini adalah terkait dengan PMA, dosen, dan tenaga kependidikan. Ini harus kita golkan betul-betul,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pengurus AMALI, termasuk perwakilan dari berbagai Ma’had Aly di Indonesia.

Beberapa usulan dari peserta rapat, seperti penyelenggaraan agenda Silatnas, turut menjadi topik diskusi.

Meskipun jadwal audiensi dengan Direktur baru belum dipastikan, Nur Salikin berharap pertemuan tersebut dapat terlaksana pada hari Rabu atau Kamis mendatang, menyesuaikan dengan jadwal kegiatan Kemenag.

“Kalau bisa hari Kamis, Gus Ketua, kebetulan saya mau ke Jakarta,” usul salah seorang peserta rapat, Ahmad Patoni.

Rapat tersebut sebagai bentuk komitmen AMALI dalam memperjuangkan hak-hak dan pengembangan Ma’had Aly, sekaligus membuktikan bahwa pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *