Wujud Solidaritas, AMALI Salurkan 9 Ton Bantuan untuk Ma’had Aly Terdampak Banjir di Aceh

Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) kembali membuktikan peran pesantren sebagai pilar ketangguhan umat dengan menyalurkan 9 ton bantuan kemanusiaan ke Provinsi Aceh. Aksi solidaritas ini ditujukan untuk membantu lembaga pendidikan keagamaan yang mengalami dampak serius akibat terjangan banjir bandang.

Ketua AMALI, KH Nur Salikin, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/12/2025), menyampaikan bahwa bantuan didistribusikan kepada lima Ma’had Aly besar dan 15 pondok pesantren kecil di berbagai kabupaten/kota. Menurutnya, gerakan ini merupakan manifestasi dari filosofi “satu tubuh” antarlembaga Ma’had Aly di seluruh Nusantara.

Dari total bantuan tersebut, lima Ma’had Aly penerima manfaat masing-masing mendapatkan satu ton beras. Kelima lembaga itu meliputi Dayah Abu Kuta Krueng, Dayah Abu Mudi Samalanga, Dayah Cot Trueng Aceh Utara, Dayah Babussalam Matang Kuli, dan Dayah Malikussaleh Panton Labu. Sisa bantuan dialokasikan untuk 15 pesantren kecil yang paling membutuhkan.

Bagi Kiai Nur Salikin, eksistensi pesantren terbukti melampaui sekadar tempat menimba ilmu. Pesantren selalu hadir di barisan terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. Bahkan dalam konteks bencana di Aceh, bangunan fisik pesantren secara tak langsung berfungsi sebagai benteng atau “perisai” alami yang menahan laju material besar, seperti kayu, agar tidak menghancurkan permukiman warga sekitar.

“Dalam catatan sejarah, tidak pernah ada pesantren yang membelot kepada negara. Justru pesantren selalu hadir menjaga keutuhan bangsa. Namun ironisnya, perhatian negara terhadap pesantren dirasa masih minim,” ujar Kiai Nur Salikin.

Selain menyalurkan bantuan pangan darurat, AMALI juga bergerak proaktif menghimpun data para mahasantri yang menjadi korban bencana. Langkah strategis ini diambil guna menyelamatkan nasib pendidikan para penuntut ilmu yang terancam putus sekolah akibat kehilangan harta benda dan sumber penghidupan orang tua mereka.

Data mahasantri terdampak ini akan menjadi basis advokasi untuk membuka akses bantuan pendidikan lanjutan. AMALI berharap sinergi dari berbagai pihak, seperti Baznas, kementerian terkait, dan penyedia beasiswa lainnya, dapat segera turun tangan memberikan solusi masa depan bagi para santri.

Misi kemanusiaan di bumi Serambi Mekkah ini dapat berjalan lancar berkat koordinasi apik berbagai pihak. AMALI secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada KH Mahrus el-Mawa dari Kemenag RI dan jajaran Kanwil Kemenag Aceh yang telah mengawal penyaluran bantuan hingga tepat sasaran ke tangan para penjaga moral bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *