AMALI.OR.ID, KEDIRI – Konferensi internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (MU’TAMAD 2026) yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri resmi ditutup pada Jumat (30/10/2026) malam.
Selain merumuskan tiga klaster rekomendasi strategis bagi arah pendidikan tinggi pesantren, penutupan forum akademik ini juga ditandai dengan pengumuman pemenang makalah terbaik (Best Paper) yang telah diseleksi dari ratusan naskah ilmiah.
Direktur Ma’had Aly pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, Dr. H. Adib, M.Ag. mengatakan, penyelenggaraan MU’TAMAD 2026 di Ma’had Aly Lirboyo menjadi tonggak baru bagi perguruan tinggi berbasis pesantren untuk memperkuat daya saing dan kekhasan (distingsi) keilmuannya, baik di tingkat nasional maupun global.
Dari rangkaian sidang paralel dan pleno yang berlangsung secara hybrid, Adib merangkum sedikitnya tiga tema besar yang menjadi rekomendasi utama konferensi.
Pertama, transformasi pendidikan pesantren guna memastikan kesetaraan dan penghapusan perlakuan diskriminatif terhadap lembaga pendidikan pesantren di Indonesia.
Kedua, sumbangsih pemikiran pesantren terhadap persoalan kemanusiaan kontemporer, mulai dari isu ketidakadilan, diskriminasi, hingga krisis iklim dan pemanasan global.
Ketiga, kontribusi peradaban pesantren terhadap tatanan peradaban dunia, termasuk pandangan yang dipaparkan oleh akademisi internasional seperti Dr. Maryam asal Maroko mengenai potensi tradisi pesantren sebagai rujukan solusi global.
“Tiga hal ini menjadi rekomendasi penting dan tonggak bagi Ma’had Aly melalui MU’TAMAD 2026 untuk bersama-sama take off. Kita siap menyongsong Ma’had Aly sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya sejajar dengan perguruan tinggi lain, tetapi juga memiliki distingsi dan daya saing di tingkat nasional maupun global,” ujar Adib.
Seleksi Ketat 670 Abstrak hingga Raihan Best Paper
Dalam perhelatan MU’TAMAD 2026 ini, tim reviewer melakukan seleksi bertahap terhadap 670 abstrak yang masuk dari berbagai daerah dan luar negeri.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 310 abstrak dinyatakan lolos untuk tahap pengiriman naskah lengkap (full paper), sebelum akhirnya disaring kembali menjadi sekitar 200 panelis yang mempresentasikan karyanya secara luring maupun daring.
Berdasarkan hasil penilaian tim reviewer, predikat Best Paper I (The Best of The Best) diraih oleh delegasi Ma’had Aly Lirboyo, Muhammad Atho’illah dan Aidzil Ma’ani, melalui karya ilmiah berjudul Hukmu Istikhdamil Dzaka’il Ishthina’i fi Istinbathil Ahkamil Fiqhiyyah wa Hisabi Ma Yata’allaqu Biha bi Mandzurit Turatsil Islami (Hukum Penggunaan Akal Imitasi/AI dalam Istinbath Hukum Fikih dan Perhitungan Terkait dalam Perspektif Turats Islam).
Atas capaian tersebut, peraih peringkat pertama mendapatkan apresiasi berupa hadiah ibadah umrah dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Selanjutnya, peringkat Best Paper II diraih oleh Ahmad Bugis Mabruri dari Pondok Pesantren Fadhlul Minallah dengan makalah berjudul Transformative Pesantren Model Based on Adaptive Curriculum.
Sedangkan Best Paper III diraih oleh tim peneliti dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Infitahul Mawaddah dan kawan-kawan, yang mengikuti sesi presentasi secara daring.
Selain tiga pemenang utama, panitia juga menetapkan kategori Paper Terpilih yang diberikan kepada Muhammad Bakinun Amin (Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng), Muhammad Abror Sufyan Syafi’i (Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta), Akhmad Zaini (Ma’had Aly Assunniyyah Kencong), Dr. H. Muhammad Ulinnuha (Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta), Ahmad Kholili Kholil (Ma’had Aly Lirboyo), serta Fitria Roudlotul Jannah (Ma’had Aly Munawwarah Riau).
Dalam kesempatan tersebut, Adib menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo, di antaranya KH. Anwar Manshur, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Anggota DPR/MPR RI KH. An’im Falahuddin Mahrus, serta Mudir ’Am Ma’had Aly Lirboyo KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar yang telah memfasilitasi penuh penyelenggaraan MU’TAMAD 2026, serta kepada seluruh panelis yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia. (*)


